Diberdayakan oleh Blogger.
  • Home
  • About Me
  • Thought
    • Self-Talk
    • Journal
  • Contact

Just Another Side of Me

(Source: Pinterest)

tak tahu harus berkata apa. begitu banyak yang ingin diceritakan namun selalu urung kulakukan. begitu banyak hal yang tak kau tahu tentangku. begitu banyak hal yang sering menggangguku selama hampir 9 tahun terakhir.

hari demi hari telah terlewati tanpamu, tahun demi tahun berlalu tanpa memori tentangmu. tak apa. memori tentangmu telah kupunya dan kupatri sendiri dalam ingatan. tenang saja, kau akan selalu kuingat.

aku adalah aku, yang kau bentuk sedemikian rupa hingga aku yang sekarang adalah aku. meski masih belum menemukan jati diri, namun tak pernah melupa untuk menjadi diri sendiri.
aku adalah aku, yang kau ajarkan setiap malam bilangan-bilangan angka yang tak kupahami. aku yang mencintai kata-kata baru saja mendua mencintai bilangan angka. namun kau pergi. hingga kini hanya kata-kata lah yang menjadi satu-satunya hal yang kucinta.
aku adalah aku, yang kau beri senyuman hingga aku lupa rasanya menjadi "anak tiri" di rumah sendiri.
aku adalah aku, yang kau buat menjadi secerah matahari pagi.

terkadang aku bertanya, apa pernah rindu merasukki dadamu? apa pernah kesedihan menghinggapi jiwamu? apa pernah air mata membasahi pipimu?

banyak hal yang tak kau tahu tentangku dewasa ini. bagaimana kabarku sehari-hari, bagaimana pekerjaanku di kantor, atau bagaimana pola makanku yang semakin hari semakin memburuk.
banyak hal yang tak kau tahu tentang perubahanku hingga saat ini. bagaimana aku berusaha untuk berdiri di atas kaki sendiri, bagaimana aku berusaha menjadi perempuan mandiri, bagaimana aku menanggapi setiap permasalahan yang hinggap menghampiri, atau bagaimana reputasiku di tempat kerja.

sungguh. aku tak lagi menaruh harap padamu. aku tak ingin lagi berharap padamu. sebab kekecewaan telah membunuh harapan, hingga tak ada lagi yang tersisa selain debu.

hal yang ingin kusampaikan hari ini adalah, aku rindu. rindu yang tak harus bertemu. rindu yang tak perlu berbalas. rindu yang biasa bak basa basi belaka. rindu yang cukup untuk diriku sendiri dan tak ingin kubagi denganmu.

semoga Tuhan selalu menjagamu, memberimu rizki dan keberkahan dalam hidup yang tak kau dapat bersamaku. semoga Tuhan selalu memberimu kesehatan yang mahal harganya. terima kasih untuk segalanya. 





aku adalah aku
karena kamu,
ayah.






(untuk ayah di hari ayah nasional tahun 2018)
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Sebuah pertemuan. Antara dua manusia yang tak saling mengenal. Dua manusia yang sedang menjalani kehidupan masing-masing dengan tujuannya tersendiri. Dua manusia yang bertemu atas izin Tuhan. Dua manusia yang bertemu bukan karena kebetulan, melainkan Semesta menginginkan mereka untuk saling menemukan.


—


(Source: Pinterest)

Kita adalah dua orang yang bertemu pada sebuah pertemuan yang tak disengaja. Kamu, pria asal tanah Sunda yang sudah sejak lahir menetap di sana, menjalani kehidupan pada umumnya, pergi berkencan sewajarnya, bersedih seperlunya, hingga berdoa sesering-seringnya. Saya, wanita asal entah dari mana yang sedang mencoba meraih cita-cita dan cintanya sendiri dengan merantau di ibu kota tanah Sunda.

Ya, kita adalah dua orang yang berbeda latar belakang; dipertemukan oleh semesta melalui perantara seseorang. Namun tetap, kamu dengan duniamu, dan aku dengan duniaku. Tak ada yang berubah.

Kita adalah dua orang yang bertemu namun tak saling bertatap, dua orang yang tak pernah berkeinginan untuk mengenal satu sama lain, dua orang yang sedang mencintai manusia lain, dua orang yang tak pernah berani untuk saling menyapa, dan dua orang yang tak pernah berpikir untuk bersama.

Hingga tiba di suatu waktu Semesta merencanakan sesuatu—ketidaksengajaan yang Dia sengajakan—untuk memperkenalkan kita satu sama lain. Tiba-tiba saja kita bertemu. Tiba-tiba saja kita saling berkirim pesan. Tiba-tiba saja kita saling menyapa dan menanyakan kabar. Tiba-tiba saja kita tertawa bersama di depan layar ponsel masing-masing. Tiba-tiba saja kita berencana pergi menonton konser musik bersama.

Tiba-tiba saja.... aku ingin mengenalmu lebih dari ini. Tiba-tiba saja aku ingin melihat senyummu langsung dengan mata kepalaku sendiri saat sedang berbicara denganku. Tiba-tiba saja aku jatuh cinta.


Ya, semudah itu. Kita berakhir dengan jatuh cinta—saling mencinta.









(nrlhdyn — 09/10/2018, 11:01 PM)
Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar
(Source: Pinterest)

You don't have to be someone else to be loved. You just have to be who you are. Karena hidup terlalu singkat untuk kegiatan-kegiatan melelahkan semacam menjadi-sosok-yang-disukai-orang-dan-itu-bukan-dirimu.

Kamu tak perlu mengenakan gaun indah untuk kucintai. Kamu tak perlu berhiaskan kelip untuk kukagumi. Cukupkan dirimu dengan hatimu. Cukupkan dirimu dengan rasa syukur di dada atas kecukupan dicintai olehku. Karena kamu bukanlah luka yang menganga. Kamu adalah dirimu pada akhirnya yang kucinta.



— 



(nrlhdyn - 16/02/2018)
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Kota Kembang diguyur hujan senja itu. Aku ingat saat jalanan dipenuhi genangan air di sisi-sisi jalannya dan setiap orang ingin segera berlari secepat mungkin dari lebatnya hujan. Tak heran jalanan menjadi kian macet ketika hujan.

Aku ingat pohon yang menjadi tempat kita berteduh kala itu. Sebuah pohon di sisi trotoar, pohon yang tak terlalu besar namun berdaun lebat. Kala itu kita bukanlah sesuatu yang kuat, kita masih selemah jari-jari mungil bayi kecil. Kita masih rapuh dan bisa kapan saja runtuh. Aku ingat ketika kamu memaksaku memakai jas hujan dan aku jelas-jelas menolak. Aku memilih membiarkan diriku bermandikan air hujan dibandingkan menghalaunya dengan jas hujan. Dan aku tahu kamu tak senang.  
Kepada kamu yang gemar memaksaku mengenakan jas hujan, aku tahu kamu melindungi dan aku ingin perlindungan. Melalui sebuah jas hujan sederhana, kamu melindungi. Melalui sebuah selimut, kamu menghangatkan. Dan melalui sebuah pelukan, kamu menentramkan.



Kita akan menjadi semakin kuat. Kita akan menjadi seperti gading gajah, ia kuat. Kita akan menjadi seperti sepasang merpati yang mengelilingi bumi berdua dan berakhir pulang ke satu sarang yang sama.


—


(nrlhdyn - 09/02/2018)
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
(Source: Pinterest)


Kepada kamu yang kucinta tanpa henti, ingatlah selalu dalam hatimu bahwa aku selalu menempatkanmu tepat di jantungku berdetak. Agar kamu tetap hidup di sana dan merasakan irama detaknya dari jauh meski kita sedang berjarak. Kamu akan selalu di sana, tak peduli seberapa sering kita berselisih; kamu lekat di jantungku.

Kepada kamu yang kucinta tanpa lelah, terkadang aku menyerah pasrah pada kehidupan yang sering tak berarah. Namun satu hal yang pasti, aku tak akan pernah lelah mencinta meski amarah bergemuruh. Karena cinta akan tetap ada, meski hatiku sedang gaduh.

Kepada kamu yang kucinta tanpa jeda, aku ingin kamu tahu bahwa kamu adalah satu-satunya. Tak ada yang lainnya. Tak pernah terpikirkan sekalipun untuk memberi jeda cinta padamu meski saat raga tak dapat kurengkuh hangatnya. Tak pernah ada orang lain yang mampu memberi jeda di antara kita; tak akan ada.

Kepada kamu yang kucinta tanpa syarat, aku mohon untuk tetap berjalan di sampingku dan menggenggam erat tanganku agar langkahku pasti. Aku mohon tetaplah bersama meski cinta tak lagi semeriah kembang api, tetaplah saling mengasihi meski cinta tersamar oleh kabut api. Karena aku akan tetap di sini dan tak pergi meski kecewaku bertubi-tubi.

Kelak suatu hari bila jantungku berhenti, aku tahu bahwa kamu di sana; selalu lekat di jantungku.









(nrlhdyn - 14/01/2018)
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Ada kamu di dalam kepala saat saya masih terjaga. Dan kamu tetap tersenyum di sana. Kemudian kembali diputarnya kenangan tentang kebersamaan hingga janji bersama. Tersenyum mengingatnya. Namun seketika menghilang saat raga kembali ke bumi dan menyadari bahwa kamu masih jauh di batas kota.

Hujan di siang hari tak seperti biasanya beberapa hari terakhir, mengingat kamu biasa menyapanya. Saya tak ingin pulang dalam hujan. Saya ingin ada kamu di sana agar saya tahu untuk apa saya pulang. Kemudian saya memutuskan berjalan dalam keramaian jalanan kota. Kaki saya mengarah tak tentu arah, yang ia tahu hanya melangkah sesering mungkin agar hujan tak tahu apa yang coba hati sembunyikan darinya. Namun sepi tak kunjung pergi, karena kakiku tak punya tujuan kemana ia akan pergi sebenarnya. Kemudian hati kembali meringis dan berharap kamu berada di sana agar kita mampu kembali bersua. Tetap saja kamu tak ada.

Bila malam menjelang, ia akan datang dan bertanya kemana perginya kamu. Dan seperti biasa saya akan menjawab, "ia ada di sebrang kota yang jaraknya berpuluh-puluh kilometer. Dan ia akan kembali bersama saya di sini. Saya percaya."

Ya, sebesar itu saya menaruh kepercayaan pada kamu. Malam hanya bisa menggoda manja dengan diputarnya kenangan-kenangan bahagia bersama kamu, dan saya percaya kita berdua akan membuat kenangan bahagia lagi secepatnya. Untuk di ingat dan dipatri dalam ingatan ini.

Jam dinding berdetik "tik..tik..tik..tik.." dan malam mengantar saya pada pelupuk mata yang makin bertambah beratnya tiap hari. Dan saya akan dengan tabah menerima kenyataan bahwa hingga malam ini saya belum mampu menghadirkannya nyata di atas ranjang untuk menemani.

Cukupkan saya pada rasa memiliki dalam doa, dan kasih sayang serta harapan, karena harapan akan selalu ada untuk diperjuangkan. Dan namamu selalu menggema di setiap doa-doa.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Kita selalu punya pilihan untuk pergi atau tinggal—dan aku memilih tinggal.

(Source: Pinterest)

Aku sering terluka. Dan aku mudah menangis. Bila terjatuh, aku tak tahu apakah akan ada yang menangkapku dengan tepat. Dan kamu melakukannya dengan lebih dari baik—dan tepat.

Kamu hanya lelaki biasa dengan kegiatan dan pekerjaan yang biasa. Kamu hanya lelaki biasa yang berusaha mendapatkan perempuan biasa, kemudian kamu menjaganya dan menyayanginya. Namun, kamu memiliki batas, karena kamu adalah manusia biasa yang sering melakukan kesalahan dan gagal juga takut untuk mencoba. Sehingga seringnya aku terluka.

Namun, aku hanya perempuan biasa dengan paras biasa dan kehidupan yang biasa. Singkatnya aku pun memiliki batas—batas yang tak pernah lebih dari batasmu, kukira. Aku melakukan banyak kesalahan juga menemui kegagalan yang sama. Dan kamu, ada di sana untuk menangkapku kemudian memaafkanku.

Aku tak bisa meminta lebih kecuali kamu. Karena kamu adalah lelaki biasa yang selama ini aku butuhkan dalam hidupku yang biasa.

Namun bila suatu malam hanya ada lelah yang tersisa usai perdebatan panjang kita, kamu harus tahu, aku memilih untuk tinggal—tetap bersamamu—meski aku tak bicara berhari-hari padamu; aku memilih untuk tinggal.


Karena kamu adalah rumah—tempat di mana aku selalu pulang dan tinggal selamanya.



- NH
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


Secinta-cintanya kamu sama seseorang kalau kamu tidak bisa menerima dia apa adanya dirinya, yang rugi bukan dia, tapi kamu.

You're just wasting your time for loving someone so hard but can not accept what's inside him/her. You're just wasting your time, dude, please.

Menerima manusia lain masuk dalam hidup kamu dan membiarkannya mengisi hari-hari kamu dengan segala karakternya baik/buruknya memang nggak mudah. Banyak plus dan minusnya. Membiarkan manusia lain mampu menjadi sumber kebahagiaan kamu dengan sikap manisnya sekaligus dia mampu menjadi gong pemecah kebahagiaan di dalam hatimu, it's easy to let someone knows you and fill your days, but it's not that easy for you to accept other's darkside.

Sebenar-benarnya cinta adalah yang mampu kamu terima dengan sepenuh hati, baik atau buruk, susah ataupun senang, dengan rasa ikhlas. 

Love isn't just about having-good-time-together-and-share-everything. It's beyond your words, and my words too.

The best way you can do when you want truly love someone is to love them with all of your heart. Sometimes love is about acceptance, and even more than words people can explain.



So, I want to love you better than now.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Suatu hari suatu hal terlintas dipikiranku. Satu pertanyaan bergelayut dalam kepalaku, "Bagaimana bila tak ada lagi "kita"?"

Menyedihkan.
Itu hal pertama yang terlintas salam kepalaku. Aku takut untuk bahkan memikirkannya.

Aku memang takut akan segala hal yang berbau kehilangan.

Kamu sudah kuanggap sebagai rumah. Tempat dimana aku pulang berbagi keluh kesah dan bahagia setiap hari. Tempat dimana aku bisa menjadi diriku sendiri tanpa harus merasa malu akan diriku sendiri. Tempat dimana aku bisa berlindung dari hal-hal mengerikan diluar sana yang membuatku ketakutan.
Kamu memang tak pernah tahu seberapa berartinya kamu untukku.
Kamu memang tak pernah tahu bahwa kamu adalah rumahku, tempat aku berakhir dan memasrahkan diri pada hari-hari di kehidupanku.
Kamu memang tak pernah tahu bahwa kamu adalah tempat aku bisa lari ke arahnya.
Kamu juga tak tahu betapa aku sangat membenci kehilangan.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
"Seandainya kita tak pernah bertemu, apa kabar kamu hari ini?"

Dari kotaku ke kotamu, aku menempuh perjalanan 5 jam menggunakan bus umum.

Kita tak pernah tahu kemana takdir membawa kaki ini. Yang aku tahu hanyalah bus ini melaju menuju ke kotamu, ke kota dimana mimpi-mimpiku siap kugantungkan disana, ke kota dimana ada seorang pria disana mungkin sedang menungguku datang. 

Kamu, tahu? Tuhan Maha Baik.

Setiba disana Dia membuatku kecewa akan harapan yang kutanam pada seseorang. Dia membuatku bangun dari harapan palsu, namun Dia menuntunku pada jalan yang lebih baik, Dia sudah siapkan untukku seorang pria yang mungkin sedang menungguku, atau sedang rapuh dari luka-luka.

Lalu akhirnya kita bertemu.


***

(Source: Google)



Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar
Sebelum semua ini dimulai, saya pernah bertanya-tanya tentang mengapa orang bisa mencintai satu orang yang sama selama bertahun-tahun dengan tanpa henti dan penuh ketulusan. Bila kita lihat disekitar, banyak orang yang mampu mencintai satu orang yang sama selama bertahun-tahun dan mereka berdua mampu mempertahankan hasrat cinta yang ada dalam hubungnnya. Memangnya sehebat itukah rasa yang mereka punya?

Melihat kakek dan nenek masih saling menyayangi dan mencinta itu priceless. Bagaimana tidak, mereka telah bersama sekian puluh tahun dan hingga setua ini masih saling menyayangi dan menjaga satu sama lain, walau raganya sudah tak lagi sekuat dahulu dan tubuhnya sudah tak lagi setegap dahulu. Mereka adalah saksi hidup yang nyata untuk kehidupan pasangannya. Mereka tumbuh tua bersama dengan perasaan saling menyayangi yang sama. Mereka adalah contoh bahwa kasih sayang tak akan hilang ditelan waktu selama ketulusan itu masih ada dan terjaga.

Jujur saja, saya tak pernah menyangka mampu melangkah sejauh ini bersamanya. Kami melalui waktu bersama. Dalam kurun waktu hubungan kami, semuaya benar-benar tidak mudah. Semuanya benar-benar butuh kesabaran. Mungkin kalau bukan dengannya, saya tak akan memiliki rasa kasih sayang begini dalamnya.

Satu atau dua tahun atau bahkan tiga tahun hanya sekedar angka belaka yang menandakan bahwa semakin besar angkanya maka semakin lama waktu yang harus dilalui.
Satu atau dua tahun atau bahkan tiga tahun mungkin belum tentu cukup untuk mengenal pribadi masing-masing pihak. Tak ada yang menjamin. Namun, saya rasa waktu tersebut cukup untuk membuktikan bahwa pengorbanan yang telah dilakukan oleh setiap insan yang menjalin asmara adalah nyata benar adanya.


Jika kamu bertanya pada saya "apakah kamu pernah berniat untuk mengakhiri segalanya menghancukan apa yang kita bangun bersama?" Dan mungkin dengan lantang saya akan menjawab, "tak pernah sedikitpun ada niatan untuk menghancurkan ini semua."

Mungkin +1000 hari lebih kita lalui bersama bukanlah angka yang patut dibanggakan, namun angka tersebut sudah cukup untuk saya berkata, "saya ingin bersama kamu, selama mungkin sebanyak waktu yang saya punya mungkin hingga rambutku memutih kelak dan langkahku tak lagi tegap."

Karena bersamanya saya mampu. Karena jika kita bersama, kita mampu tumbuh tua bersama dengan memeluk cinta yang kita punya.


Best regards,

nrlhdyn
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Sudah beberapa hari ini sejak hari ulang tahunmu berlalu, langit Kota Kembang dipenuhi awan gelap nan pekat. November Rain, they said. Seperti saat ini, langit sedang bersedih. Mungkin ia sedang merindukan seseorang. Entahlah.. Namun, mungkin sedikit-banyaknya perasaan yang ia rasakan sama denganku saat ini; mendung.

Mencintaimu adalah perkara membahagiakanmu. Tidak ada cinta yang tumbuh selain dari kebahagiaan yang tulus.
Mencintaimu tidaklah sulit saat dunia kita hanya ada aku dan kamu dan cinta kita. Namun, pernahkah kamu bayangkan bila dunia kita ada orang lain yang mencoba menyelinap masuk tanpa kita sadari? Mungkin kita harus bergenggam tangan satu sama lain dengan eratnya. Mungkin kita harus tetap menjaga hati satu sama lain.


Sedih.
Kali ini mungkin aku harus mengakui bahwa aku sangat cemburu padanya yang memiliki cinta (mungkin) lebih besar padamu dibanding cintaku padamu.
Kali ini aku benar-benar merasa... cintaku tak lebih besar dari cintanya.
Kali ini aku benar-benar merasa... kalah.



Tak apa. Aku baik-baik saja. Yang menjadi prioritasku adalah kebahagiaanmu, tak peduli apakah aku harus menyayat hatiku sendiri. Walau memang jujur saja aku tak pernah benar-benar bahagia bila melihatmu bahagia yang mana itu bukan karenaku.

Tak apa. Aku baik-baik saja. Aku akan mencintaimu dan berusaha membahagiakanmu lebih baik lagi, lebih besar lagi, dan lebih dalam lagi. Aku memang tak mampu memberikanmu ucapan atau sapaan yang romantis, memberimu hadiah-hadiah yang paling kamu inginkan, memberimu rasa romantis yang mungkin sangat kamu inginkan. Tidak, sayang, aku mungkin tak bisa memberikanmu semua itu. Yang aku bisa hanya memberikanmu kenyamanan dan kehangatan cinta. Aku hanya bisa memberikan waktuku. Aku hanya bisa memberikanmu cinta yang sederhana dari aku yang bukan gadis rupawan. Aku hanya bisa memberikanmu seluruh hati dan tenagaku untuk membahagiakanmu. Hanya kebahagiaanmu. Itu saja.



Satu hal yang pasti akan aku lakukan, aku tidak akan pernah meninggalkanmu dan membiarkanmu sendiri. Aku akan selalu disini bersamamu, menemanimu, dan jadi apapun yang kamu inginkan pun butuhkan.
Satu hal yang kuminta darimu, jagalah kesetiaanmu padaku, jagalah hatimu untukku, dan janganlah pernah lelah untuk bersamaku. Hanya itu.








With Love,




nrlhdyn
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Sabtu, 07 November 2015

Pukul 05:12 pagi tepat aku membuka mata dengan tiba-tiba dan teringat padamu. Kukirimkan pesan singkat padamu, mengucapkan selamat ulang tahun dan semua pengharapanku padamu, tak berspa lama kemudian kamu membalasnya.

Mendengar suaramu sepagi itu membuatku mendadak tidak lagi menghiraukan kantuk yang masih memaksa mata untuk kembali terpejam. Suaramu begitu candu untuk aku dengar, sesekali kamu tertawa kecil. Perbincangan di pagi buta yang menyenangkan. :))

***


Hari itu seperti biasa kita pergi keluar, kemanapun asal bersamamu benar-benar tidak jadi masalah. Dan hari itu aku akan berpakaian sesusi yang kamu inginkan; tampil feminim dengan rok span hitam juga blouse hitam putih. Kamu bilang kamu sangat suka jika aku pakai pakaian tersebut.
Pagi itu kamu melihatku dan tersenyum, lalu berkata, "Mau kemana, cantik?" Ah.. Seperti biasa.



Hari itu kita menghabiskan waktu seharian bersama. Seperti biasa aku selalu terpesona melihatmu dengan pakaian serapih itu di hari kelahiranmu ini. Aku suka rambutmu yang ditata dengan rapih dan aroma tubuhmu.

Hari itu berkali-kali kamu ingin menggenggam tanganku dan sesekali menciumnya dengan tatapan mata yang berbinar-binar. Sesekali kamu pun berkata, "Makasih, ya, Kakak seneng banget hari ini. Kamu cantik banget hari ini,"


***


Di akhir kebersamaan kita hari itu, aku memberimu sebuah kado berbungkus kertas berwarna merah muda dengan motif bunga-bunga. Hehehe.
Malam itu berkali-kali aku memelukmu erat dan berkali-kali pula kita berkata,

"Aku seneng banget hari ini,"
"Aku bahagia banget hari ini,"

Seperti itu lah. Banyak senyum dan tawa yang kita ciptakan. Ini bukan perayaan, sayang. Ini hanyalah cara kita mensyukuri hal-hal bahagia di sekitar kita juga yang kita rasakan.



Seiring pertambahan usiamu, aku selalu berharap yang terbaik untukmu; agar kelak kamu bisa menjadi pribadi yang lebih baik, dewasa, dan manusia yang berbahagia serta mampu membahagiakan orang lain. Aku juga berdoa untuk karirmu ke depannya serta anugrah rejeki dan kesehatan yang mudah-mudahan terus kamu dapatkan.

***


Sayang..
Jadilah manusia yang berbahagia dan mampu membahagiakan orang lain. Jadilah lelaki yang mampu kuandalkan, yang mampu bertanggungjawab dan mencintai serta setia hanya pada satu hati.
Jadilah manusia yang pantang menyerah apapun yang terjadi.
Janganlah mudah berputus asa, karena kamu pun tahu bahwa putus asa takan membawamu kemana-mana.


Sayang..
Aku bahagia mampu membahagiakanmu. Aku pun berharap dan akan selalu berusaha untuk membahagiakanmu lagi setiap hari setiap menit setiap waktu yang kupunya.

Selamat ulang tahun ke-21, sayang.. Doaku yang terbaik selalu untukmu. ❤



(Source: Google)



With Love,



nrlhdyn
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Sabtu, 24 Oktober 2015

Hari itu seperti biasa kita menghabiskan waktu bersama, menjelajah kota kelahiranmu ini sembari berbagi tawa. Hari itu sesuai yang kamu janjikan, kamu memakai kemeja berwarna biru dengan sneakers favoritmu berwarna putih. Hari itu kamu mengetok pintu kamarku dengan senyum khas yang selalu ingin kulihat seumur hidupku, kemudian menyapa dengan pelukan hangat yang cukup lama.

"Selamat tanggal 24 yang ke-24 ya, sayang.."


Hari itu kita telah menyusun rencana untuk berfoto bersama di salah satu studio foto ternama di kota ini. Mampirlah kita ke salah satu mall pusat kota.

"Wah studio fotonya tutup," ucapku kecewa.

Kamu pun menyarankan untuk pergi ke cabang studio foto itu di mall lain. Baiklah aku iya-kan walau agak ragu karena letaknya belum tahu. Sesampainya disana kamu menggenggam erat tanganku, kita berjalan berkeliling mall tersebut. Kita tertawa. Kita menertawakan banyak hal. Kita bernostalgia, mengingat masa-masa yang pernah kita lewati. Terkadang aku pun mengutuk diriku sendiri karena bertindak bodoh padamu. Hahaha.

Mengapa aku memilih untuk berfoto bersama di momen seperti itu? Karena selama kurun waktu kebersamaan kami, kami tidak pernah berfoto di studio foto atau photobooth foto boks kecil. Lucu, ya? :))

Selepas maghrib kamu membawaku ke suatu tempat makan favoritku di bilangan Dago, Bandung. Pasta! Kita memilih untuk makan pasta malam itu dengan dua gelas Lemon Tea yang menjadi minuman favoritku! :)

Kita berbincang berjam-jam menunggu malam semakin larut. Entahlah.. Denganmu, aku tidak pernah kehabisan bahan pembicaraan. Sesekali kamu tertawa lepas begitu bahagianya. Denganmu, aku benar-benar tidak merasa sungkan atau enggan untuk menjadi diriku sendiri apa adanya dengan sejujur-jujurnya.

Dua tahun yang telah kita lewati bersama dan masih akan terus berlanjut perjalanan kita sampai selamanya hingga maut memisahkan..
Selama itu pula aku berpikir berkali-kali dan tetap pada keputusan yang sama; aku yakin untuk menjalani hidup bersamamu baik suka-duka perjalanan hidup nanti, aku yakin untuk tumbuh tua bersamamu menghabiskan waktu bersama melakukan kegiatan apapun yang kita suka hingga tua nanti mungkin hanya obrolan yang bisa kita lakukan untuk saling menemani dan memberi cinta.

Bersamamu aku yakin dapat membangun keluarga yang sebenar-benarnya aku impikan selama ini. Sebuah keluarga yang lengkap dan sempurna. Sebuah keluarga impian yang tidak hanya menjadi sekedar impian belaka.
Bersamamu apapun akan ku hadapi, demi dirimu dan semua cinta serta mimpi yang kita ciptakan bersama.

Perlahan namun pasti, aku yakin kita mampu membuat mimpi-mimpi kita menjadi nyata. Meski harus menguras tenaga, hati, dan mungkin air mata.

Satu-satunya orang yang benar-benar kutaruh kepercayaan adalah kamu.
Satu-satunya orang yang benar-benar mampu membuatku senyaman ini adalah kamu.
Satu-satunya orang yang benar-benar mengerti diriku--bahkan saat aku tak mengerti diriku sendiri--adalah kamu.


***


Dear Sayang..
Dua tahun yang mengagumkan! Terimakasih memori yang kamu berikan dan memori yang kita ciptakan bersama.
Diluar sana masih banyak perjalanan yang akan kita lalui bersama, baik suka maupun duka. Aku tidak peduli jika harus menyakiti diriku sendiri untuk bisa bersamamu untuk bisa membahagiakanmu.
Tetaplah saling menguatkan. Tetaplah saling bergenggaman tangan dalam situasi apapun. Tetaplah saling mencintai dan menyayangi. Tetaplah saling mengerti dan menjaga. Tetaplah saling memperjuangkan dan percaya satu sama lain. Karena di depan sana mungkin tidak akan lebih mudah, kuatkan dirimu dan percaya padaku bahwa kita bisa tetap bersama dan saling mencinta sekencang apapun badai menghantam. Aku percaya itu.

Aku bahagia bersamamu. Sungguh.
Aku memiliki segala yang aku butuhkan dan inginkan dalam dirimu.
Aku tak pernah bosan atau lelah untuk mencintai dan membahagiakanmu, sayang.
Dan aku pun tak pernah berhenti berdoa agar kelak aku dan kamu bisa bersama selamanya saling mencinta dan membahagiakan.

Aku mencintaimu, sayang. Amat sangat mencintaimu. Percayalah, tak ada wanita manapun yang cintanya melebihi cintaku padamu.




With Love,



nrlhdyn





Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Hai, apa kabar? Ini aku, calon istrimu kelak. Akan ku kenalkan diri terlebih dahulu agar kamu mengenalku lebih dalam..

Aku hanya wanita yang biasa-biasa saja. Tumbuh dewasa bersama Ibu yang bekerja serabutan tidak tentu, dan Ayah yang tidak pernah melihatku tumbuh dewasa menjadi gadis dewasa yang benar-benar berusaha tegar dalam menjalani hidup tanpanya.

Aku hanya wanita yang biasa-biasa saja. Aku terlalu manja untuk menjadi sosok yang benar-benar bijaksana.


Sebenarnya aku tidak tahu apakah aku bisa memasak dengan benar atau tidak. Namun sejak kecil hingga sekarang, aku selalu suka membantu Ibu memasak di dapur. Biasanya ia akan menginstruksikan padaku hal-hal yang harus kulakukan dalam mengolah bumbu dapur. Tentu saja dengan senang hati aku menurutinya. Kebiasaan membantu Ibu memasak sampai sekarang kadang membuatku bingung, "apakah aku bisa memasak?" Pasalnya sangat jarang aku memasak sendiri tanpa Ibu. Pernah beberapa kali memasak tanpanya, dan kini sudah lupa apa yang kumasak saat-saat itu.

Oleh karenanya, tolong maklumi jikalau kelak saat aku mendampingimu aku masih belum bisa fasih dalam memasak. Aku tahu kamu pasti senang masakan rumahan, ya, kan? Namun aku janji, aku akan selalu mengusahakan agar kamu tetap sehat dan tidak kekurangan gizi saat hidup bersamaku. Kupastikan kamu makan makanan masakanku, walau mungkin masakan yang sangat sederhana. Aku janji akan terus belajar masak masakan kesukaanmu, agar kamu selalu merindukan rumah; istana yang akan kita bangun bersama dengan penuh cinta dan kasih sayang.



Oh ya aku juga termasuk wanita yang rewel dalam masalah kebersihan. Entahlah semenjak ngekos, aku jadi mirip nenek-nenek yang rewel dan bawel kalo tempatnya dimasuki sembarang orang dan orang tersebut seenaknya. Sungguh! Aku juga tidak suka meja dengan penuh barang berantakan. Tidak apa penuh dengan barang namun tertata dengan rapih. Sudah cukup buatku bahagia dan tidak berubah menjadi nenek-nenek cerewet.

Aku harap kamu mau memaafkan sifat rewel dan bawel dari wanita satu ini. Namun aku janji akan selalu ku usahakan untuk tidak terlalu banyak mengomel tentang ini-itu.


Aku juga merupakan salah satu wanita yang mempunyai durasi mandi yang cukup lama. Entahlah, aku merasa biasa saja saat mandi, seperlunya. Namun entah kenapa waktu selalu menunjukan kurang-lebih 30 menit aku mandi. Aku harap kamu mempunyai kesabaran lebih untuk memaklumi wanita manja ini yang terkadang lambat.

Aku suka masakan apa saja. Aku suka minuman apa saja. Namun hal yang paling aku suka adalah air dingin. Serius. Mungkin sudah menjadi kebiasaan bahwa aku selalu minum dari air kulkas yang dingin. Sampai sekarang dan seterusnya mungkin aku akan selalu suka air dingin. Aku harap kelak kita memiliki tabungan lebih untuk membeli kulkas. Tentu saja untuk kebutuhan air minum dinginku dan tempat penyimpanan bahan makanan. Hehe. Tidak keberatan, kan? :)

Aku pun bukan tipe wanita yang betah berlama-lama bertengkar dengan pasangan. Sangat tidak nyaman! Oleh karenanya aku harap kamu mengerti pada saat kita sedang bertengkar, jangan lama-lama, ya? :')


Aku suka sekali binatang. Yah bisa dikatakan aku pecinta binatang (kecuali seranga dan binatang melata). Aku pernah punya burung, hamster, ayam, dan kucing. Namun dengan hamster, aku gagal. Aku tidak berbakat pelihara hamster. Hamster pertama berhasil kabur dari kandang, yang terakhir berhasil tewas gara-gara aku tidak memberikan makanan yang cocok. Aku suka ayam. Saat kecil dulu aku pelihara sepasang anak ayam yang kuberi nama Emak (betina) dan Gogo (jantan). Kemudian mereka memiliki banyak anak ayam, salahsatunya kesayanganku adalah Cece (betina). Lalu Cece punya anak dan kuberi nama Horas (jantan). Ah macam-macam nama ayam-ayamku. Aku pernah menangis dalam selimut saat mereka akan dijual oleh Ibu, tidak rela kehilangan peliharaan kesayangan. Aku juga pernah pelihara burung, entah namanya apa namun ia mirip burung merpati. Persis. Berwarna putih dan lucu. Kuberi nama Nunung. Aku  tidak tahu jenis kelaminnya apa. Aku selalu suka saat ia berbunyi sambil berputar dan mengangguk-anggukkan kepalanya. Lucu sekali!
Dan pada kucing, kupelihara sejak SMA.kucing pertama yang kupelihara bernama Ale. Sangat gagah berwarna oranye, campuran persia dan kampung. Aku membayangkan pasti gagah sekali Si Ale ini jadi seorang pria. Hehe. Setelah setahun lebih kupelihara, Ale hilang. Entah kemana. Rasanya sedih sekali kehilangan peliharaan kesayangan. :'( Lalu kucing kedua kupelihara dari kecil, aku lupa siapa namanya numun ia masih satu turunan dengan si Ale. Aku kehilangannya karena ia sakit dan akhirnya mati padahal ia masih kecil. :'( dan sekarang yang sedang kupelihara adalah kucing angora bernama Cilo. Aku biasa memanggilnya Cioy. Ah lucu sekali dia. Kamu harus melihat wajahnya yang sangat menggemaskan. Kurawat ia sejak 3 bulan sampai sekarang. :") kuharap kamu tidak keberatan dengan hewan-hewan yang kusuka, terutama kucing.



Masih banyak yang harus kamu tahu tentangku. Nanti kamu akan tahu dengan sendirinya seiring berjalannya waktu.

Aku harap kita dapat membangun keluarga yang sakinnah, mawadah, dan warohmah. Keluarga yang bahagia dengan anak-anak yang sholeh dan juga sholehah. Doakan aku menjadi istri yang mampu taat padamu, seorang umat yang taat pada agamaku, dan seorang anak yang taat pada kedua orangtuaku.

Bimbing aku menjadi wanita lebih baik. Bimbing aku menjadi makmum-mu yang mampu mendampingimu dunia dan akhirat. Bimbing aku menjadi wanita yang dapat menjadi contoh bagi anak perempuan kita kelak.



Kamu..
Jadilah imam yang dapat menuntunku ke surga, menuntunku menjadi wanita sholehah, dan menuntunku ke arah yang lebih baik.
Jadilah lelaki yang bertanggung jawab dan kuat. Bertanggung jawab pada orang tua dan keluargamu, padaku, pada anak-anak kita kelak. Ajarkan pada anak-anak kita kelak bahwa kehidupan ini keras namun dengan Tuhan bersama kita, semua akan terasa mudah dan kita akan dikuatkan olehNya.
Jadilah panutan yang baik untuk keluarga, aku, dan anak-anak kita kak. Contohkanlah kami hal yang baik.
Jadilah lelaki yang penuh sabar dan pengertian untuk wanita yang agak manja ini..
Jadilah pengingat saat aku berbelok ke arah yang salah.
Jadilah imamku dunia dan akhirat.


Jadilah suamiku dan jadikanlah aku istrimu satu-satunya.
Jadikanlah kelak pernikahan kita adalah pernikahan pertama sekaligus pernikahan terakhir bagi kita.

Hidup dan menualah bersamaku, bersama keluarga kecil kita kelak. Hidup sampai tua denganmu adalah impian terbesarku.
Dari aku yang menyayangimu juga keluarga kita kelak dengan penuh cinta.



Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Kamu.. adalah hal sederhana yang menjadi nyata.
Kamu.. adalah jawaban dari setiap doa di setiap sujudku padaNya.
Kamu.. adalah kamu.



Kamu tidak perlu menjadi siapapun, cukup menjadi dirimu sendiri yang terbaik. Itu saja cukup untukku.
Kamu tidak perlu memberiku emas permata, cukup berjanji bahwa setia dan hatimu untukku lalu kita akan berjalan bersama ke depan sana di mana impianmu dan impianku serta impian kita berada. Itu saja.
Kamu tidak perlu menjadi rupawan untuk aku puji ketampananmu. Cukup dirimu apa adanya, kamu tampan apa adanya dirimu untukku.




*******



Kamu.. sosok yang begitu pengertian. Mengikuti sekaligus mengimbangi ritme hidupku dan mood-ku yang naik-turun tidak stabil.

Kamu.. sosok pria dalam mimpiku yang menjadi kenyataan. Dan Tuhan Maha Baik pada setiap umatNya; menjadikan dirimu ada dan bersamaku.



Kamu.. bukanlah sosok pria sempurna dan aku tidak keberatan akan hal itu. Namun bersamamu, kita bisa perlahan menjadi lebih baik. Bersama akan lebih mudah.

Kamu.. bukanlah sosok yang romantis dan aku tidak keberatan akan hal itu. Karena aku yakin bahwa setiap orang itu unik dengan caranya masing-masing, dan kamu punya caramu sendiri untuk membuatku merasa romantis.



*********


Ini hanya tulisanku. Kamu membuatku menulis dan bersyukur bahwa Tuhan Maha Baik dengan segala caraNya. Dengan tanganNya, Ia menuntunku pada hati yang salah yang kupertahankan dan membuatku jatuh berkali-kali. Kemudian secara ajaib Ia menuntunku padamu dan membuat kita bersama. Ia menuntun hatimu menemukanku dengan jatuhnya dirimu berkali-kali. Dan kini... Kita bersama.

Jangan lupa untuk selalu bersyukur, sayang. Bersyukur atas segala yang Ia berikan padamu, padaku dan pada kita berdua. Bersyukur kebahagiaan yang kita dapatkan. Tetaplah saling bergenggam tangan dan saling menguatkan, sayang. Karena di depan, Tuhan akan menguji kita untuk 'naik level' dalam kehidupan.


Forever And Always. You And Me. Only You And Me.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Hihi apa kabar semua? Saya? Hahaha alhamdulillah baik walaupun sedang kurang sehat akhir-akhir ini, iya saya sedang sering tidak enak badan dan juga flu, batuk, pilek, dan teman-temannya sedang datang menghampiri. *hiks

Baiklah, pada postingan kali ini saya hanya ingin bercerita sedikit mengenai hal mendebarkan apa saja yang telah saya alami di tahun 2015 ini dan juga berhubung ini adalah postingan pertama saya di tahun ini. :))


Senin, 16 Maret 2015..

Hari itu saya bangun pagi sekali dan mandi pagi sekali. Iya, pagi itu saya akan menuju rumah Doi. Hehe. Jadi, saya diundang oleh Ibunya untuk pergi ke wisudaan si Doi bersama dengan keluarga besarnya. :D
Walaupun dalem hati yang paling dalam memang saya deg-degan banget karena mau pergi dengan calon keluarga besar saya kelak (Aamiin YRA). Hehe maklum aja, saya belum pernah pergi dengan keluarga patjar, jadi kebayang dong ya deg-degannya gimana? :D
Pagi itu saya janjian dengan calon ibu mertua di depan gang rumahnya, karena rumahnya beliau agak blusuk-blusuk bin ribet buat saya yang baru beberapa kali main ke rumahnya. Beliau takut saya nyasar jadinya janjian aja deh di depan gang. :D HEHE
Setelah ketemu, yaaa canggung sih sebenernya mah tapi saya berusaha buat mengakrabkan diri supaya nanti kalau dalam perjalanan menuju Purwokerto ngga garing-garing kriuk banget gitu :P
Singkat cerita kita berangkat ke Purwokerto dari jam 11 siang. Kita berangkat semuanya rombongan satu mobil hehe saya duduk paling belakang sama ibu dan adiknya, Regi. Selama perjalanan yaa menyenangkan sih; biasa aja hehe saya masih adaptasi. But, rupanya mereka cukup mengerti sama saya yang begini, kadang diem kadang cerewet.
Sampai di penginapan di Purwokerto jam 8 malam (kalo gaksalah, lupaa-_-), setelah milih kamar dan kasur saya langsung mandi. Lo tau? Airnya dingin, bro, DINGIN! Ya jelas sih ya penginapannya deket banget sama Baturaden dan deket Gunung Slamet, gimana gak dingin? ._. Heheh baru ngerasain aja ada air dingin di Purwokerto. #abaikan Abis mandi langsung makan doong terus bobokz. Ngantuk, bro, lelah. :") Kesimpulannya? Deg-degan tapi happy. :))


Selasa, 17 Maret 2015...

Yeaaaa hari itu saya bangun pagi banget, jam 03.30 ._. Kenapa saya bangun pagi banget? Soalnya, para undangan ke tempat wisuda harus ada di tempat pukul 06.30. Pagi banget kan? yeaa I knew it, makanya bangunnya super pagi, belum lagi saya dandannya lama bisa 30 menit sendiri untuk dandan dan ditambah beberapa menit buat ganti baju dan pake kerudung-_-
Awalnya, saya kirain Auditorium Unsoed itu jauh dari rektoratnya, ternyata? Nggak jauh-jauh banget ko. Masih bisa jalan kaki dan gedungnya pun beda lokasi sih. Sampe disana udah banyak banget para wisudawan & wisudawati yang udah ketje beratz pake toga dan dandan super WOW. Iya, super WOW. Dan sebelum para undangan dipersilahkan masuk ke dalam gedung auditorium kita pada foto-foto duluuu #tetep HAHAHA ini dia fotonyaa.


Mom and Son
Foto diatas udah jelas kan, kalian bisa baca captionnya? Iya, itu patjar dengan Ibuk. Hehe mereka mirip ya? Menurutku mirip, plek jiplek. Pas belom patjaran, aku kira Ibuk adalah kakaknya -_- Ibuk masih muda umurnya, hhehe beda jauh ma Mamahku. #Lah?

Boyfie + Girlfie = Wefie
HAHAHA kalo foto diatas adalah saya dan patjar. Aneh ya? By the way, itu perdana saya pake kerudung dengan warna secerah itu dan sepatu se-what-kind-of-boots itu hehe. Tau nggak, padahal saya berharap posisi kamera lebih bagus lagi dari ini supaya posisi saya dan doi tertangkap bagus di gambar namun ternyata pupus sudah harapan itu. Saya harus puas dengan foto ini yang diambil oleh Ibuk. -_-


Acara wisuda selesai pukul 12 siang tepat adzan dzuhur dan suhu di sana waktu itu ekstrem banget banget banget. Sumveh ane zuzurr! Rasanya pengen mandi air dingin lagi dan badan udah lengket selengket-lengketnya -_-
Selesai wisuda, kita semua langsung pulang kembali ke Bandung karena kami sadar, perjalanan Bandung-Purwokerto tidak sedekat Bandung-Garut. Hehe. Dan akhirnya kami sampai di Bandung dengan selamat pukul 11 malam dan saya baru tidur pukul 1 malam dan dalam keadaan perut kosong kerontang --"


Jujur, wisudaan kemarin pergi ke Purwokerto bikin kesan tersendiri buat saya. Saya senang bisa akrab dan deket sama keluarganya, saya sendiri jadi ngerasa seneng karena ya saya udah lama nggak pergi bareng keluarga besar saya ke luar kota. Hehehe you know sometimes I miss those kind of moments. Bagi saya, keluarganya udah jadi keluarga saya disini, di Bandung. Walaupun masih belum terlalu akrab banget banget, tapi saya bersyukur dikasih keluarga yang welcome sekali dengan saya, saya jadi merasa dihargai. Heheh karena perasaan dihargai itu penting lho, Gaes. :))


Saya bahagia bisa menemaninya di hari pentingnya itu, menuntunnya menuju penghargaan pendidikannya selama ini, menghargai hasil kerja keras dan usahanya dalam menempuh pendidikan. Saya bahagia bisa hadir untuknya tidak pedulikan lagi urat malu saya, demi dia.
Saya berharap dapat menemaninya di setiap langkah di hidupnya kedepan nanti sampai akhir hayatnya.. Kita bersama-sama, akan lebih mudah, bukan?




Love,
nrlhdyn.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
"Romantis itu bukan ia yang datang membawakanmu bunga tiap berkencan. Romantis itu bukan ia yang setiap hari menuliskan puisi cinta untukmu dan mengatakannya sepanjang hari di telingamu. Namun romantis itu adalah, saat kamu bisa selalu ada untuknya dalam keadaan apapun, saat kamu menerima ia apa adanya tanpa merasa terbebani, saat kamu bisa melakukan segala hal yang terbaik hanya untuknya, dan saat kamu bisa membuatnya tertawa akan hal yang kecil nan sepele."

- R.A.P, 20th, Mahasiswa Semester Akhir.

"Aku belum pernah menjalin hubungan dengan pria yang romantis. Sehingga aku tidak tahu apa itu romantis. Namun, aku tersadar satu hal, romantis itu bukan sekedar kata-kata. Romantis itu suatu tindakan. Romantis itu selalu ada dalam keadaan apapun. Romantis tidak bisa dituntut, karena romantis adalah tindakan refleks seseorang."

- N.H, 19th, Mahasiswa (mendekati) Tingkat Akhir.


Aku ingat, pada petang itu kita berbincang mengenai 'Romantis' itu sebenarnya. Saat tubuhku bahkan untuk berdiri saja harus berusaha setengah mati, belum lagi kepala ini minta dilepas dulu saking sakitnya. Kamu, mengajakku berbincang mengenai "apa sih romantis itu?".

Aku ingat saat kamu memapahku, membantuku untuk bangun dari pembaringanku selama berhari-hari. Bisa kamu bayangkan, untuk bangun saja aku harus susah payah menahan sakit yang menggrogoriku waktu itu. Kamu pasti ingat, saat aku menangis menahan sakit kala itu. Kamu menyediakan bahumu untukku, ya, untukku.

Kamu, tidak sungkan untuk di dekatku, meskipun aku sudah tidak wangi dan rambutku berantakan seperti gelandangan pasar. Dan kamu, tidak keberatan dengan hal itu. Kamu, tidak pernah peduli seberapa deras hujan yang mengguyur diluar. Kamu, selalu menemaniku di saat-saat aku merasa tidak berarti, saat aku merasa diriku hanya sampah, saat aku merasa sendiri hingga tidak ada yang bisa kulakukan selain berbaring.


Lalu kita berbicara mengenai keromantisan.

"Aku sih nggak romantis. Jangankan untuk puisi, bunga pun hanya kuberi satu kali. Aku ingin memberimu bunga namun aku selalu lupa. Mungkin aku memang bukan orang yang romantis."

Itu jawabmu.

"Tapi, kalo kata aku sih romantis itu yang bisa selalu ada buatmu. Meskipun raganya jauh darimu, namun ia memikirkanmu. Ia di hatimu, dan menemanimu meskipun tidak secara langsung."

Itu katamu.

Kamu telah menunjukan dirimu sebenarnya. Kamu menunjukan apa adanya dirimu. Kamu menunjukan keromantisanmu. Buatku, itu cukup. :)



Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
365 Hari.

8760 Jam.

Tidak ada yang menyangka bukan waktu bisa membawamu pada perjalanan yang sangat panjang dan jauh? Yang pada akhirnya kamu sendiri tidak tahu pasti kemana akhirnya bermuara. Tidak ada pula yang berpikir bahwa selama 365 hari atau 8760 jam adalah waktu yang singkat.

365 Hari.

8760 Jam.

Selama itu, kau tahu, kita telah menghabiskan berpuluh-puluh (bahkan lebih) gelas minuman dalam atmosfer yang kita ciptakan. Selama itu pula banyak yang terjadi antara kita.

365 Hari.

8760 Jam.

Terima kasih untuk satu tahun yang indah; satu tahun penuh suka dan duka, satu tahun penuh canda tawa serta tangis.


Berjanjilah untuk selalu berada bersamaku baik suka maupun duka.
Berjanjilah bahwa kita bisa melewati semuanya.
Berjanjilah bahwa kita bisa bertahan hingga 1000 tahun nanti.
Berjanjilah kita terus berusaha untuk bersama saling menggenggam tangan kala badai itu menerpa.
Berjanjilah untuk saling menopang beban satu sama lain. Bebanmu menjadi bebanku, bebanku menjadi bebanmu.
Berjanjilah bahwa kita akan saling dan terus berbagi apapun itu.
Berjanjilah bahwa hanya kamu di hatiku dan aku di hatimu. 




Ya, aku berjanji.








Happy 1st Anniversary.
Love you.




 
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Waktu itu memang misteri, ya.

Tahun lalu orang-orang sekitar masih ada di sekitarmu, namun tahun ini mereka menghilang. Rupanya waktu yang membawa mereka menghilang, pergi entah kemana.

Tahun lalu mereka yang mencintaimu masih mengisi hari-hari, tahun ini semuanya seakan sepi. Rupanya waktu yang mengosongkan seluruh isi dari harimu dan membuatnya usang lalu ia telan.

Tahun lalu mereka masih setia disampingmu, tahun ini mereka seakan berjarak 1000 kilometer dari tempatmu. Rupanya waktu yang menbuatnya berjarak begitu jauh darimu.


Kamu hanya seorang manusia yang kehilangan; merasa kehilangan kasih dan kehangatan.
Dan kamu pun tahu, tidak ada satu manusia pun yang siap kehilangan; terlebih yang terkasih, yang membuatmu merasa feels like home.

Kamu tidak akan benar-benar merasa kehilangan jika kamu belum pernah merasa kehilangan. Kehilangan apapun itu.

Saat waktu membawamu pada perasaan kehilangan, sungguh kamu tidak bisa menolaknya dan kamu terlalu rapuh untuk mencengahnya sebelum terjadi.

Sama halnya aku. Aku hanya manusia yang merasa kehilangan. Kini aku hanya memeluk sembari menjaga apa yang masih ada untukku. Berusaha mensyukuri segala apa yang masih aku punya.

Mungkin kehilangan membuatmu merasa sendirian, merasa bahwa hanya dirimu yang masih memeluk sisa-sisa kepingan yang masih kamu punya. Iya, kamu memang akan begitu.

Namun, you have to look around you. Mungkin masih ada yang mau menggenggam tanganmu dan akan berkata bahwa semuanya akan baik-baik saja bahwa ia akan membantumu menjaga apa yang masih ada untukmu apa yang masih kamu punya. Ia akan menghapus air matamu saatnya terjatuh dengan telapak tangannya yang terbuka.

Iya, aku pernah merasa kehilangan. Dan seseorang itu memang ada untukku, seseorang yang masih aku punya. Ia membantuku memeluk sisa-sisa kepingan harapan yang masih aku punya. Ia menggenggam tanganku dan ia berkata bahwa Tuhan dan cintanya lebih besar dari kehilanganku, lebih ramai dan menyenangkan dari kesepianku, dan lebih kuat dari rasa takutku.


Iya, Rifaldy. Terima kasih. Kamu terbaik. Kamu terhebat. Kamu tersabar. Kamu terindah. Kamu terkuat. Kamu adalah orang yang menggenggam tanganku saat yang lain tidak akan pernah melakukannya.

Aku mencintaimu. 


Ini untukmu. Untuk kita. Untuk perjalanan kita. Dan untuk masa depan kita. :)

Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar
Older Posts

About me

seorang perempuan yang memiliki kepala yang ramai, telinga yang bising, dan hati yang penuh tanda tanya.

Social Media

  • tumblr
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Blog Archive

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates